TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF TEORI DIFFERENTIAL ASSOCIATION

Main Article Content

Deny Guntara
Budiman .

Abstract

Abstrak Terorisme adalah suatu faham bahwa penggunaan cara-cara kekerasan dan menimbulkan ketakutan adalah cara yang sah untuk mencapai tujuan. Teori-teori kriminologi dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan-permasalahan yang terkait dengan kejahatan atau penyebab kejahatan termasuk tindak pidana terorisme. Dalam penelitian ini yang menjadi batasan permasalahan akan ditinjau dari salah satu teori kriminologi dalam perspektif sosial yaitu Teori Differential Association. Teori ini merupakan teori yang menganggap bahwa tidak ada tingkah laku yang diturunkan berdasarkan pewarisan dari orang tuanya. Pola perilaku jahat tidak diwariskan, tetapi dipelajari melalui pergaulan. Tingkah laku jahat dipelajari dalam kelompok melalui interaksi dan komunikasi, dan yang dipelajari dalam kelompok. Ini adalah teknik untuk melakukan kejahatan serta alasan yang mendukung perbuatan jahat. Faktor orang melakukan tindak pidana terorisme ditinjau dari teori ini diantaranya faktor ideologi, faktor ketidakpuasan terhadap politik pemerintahan, faktor ekonomi, faktor kesenjangan sosial, faktor sosial dan budaya, pemahaman dan penafsiran ajaran agama yang tekstual, problem ideologi agama, kecenderungan salafisme. Upaya penanggulangan tindak pidana terorisme adalah melalui dua upaya yaitu upaya internal yang terdiri dari penegakan hukum, pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sinergitas kelembagaan, penerapan deradikalisasi, penerapan kontra radikalisasi, membentuk gerakan milenial anti radikalisme, dan strategi pemerintah lainnya, sedangkan upaya eksternal yaitu suatu upaya atau bentuk kerjasama antar negara terkait program penanggulangan tindak pidana terorisme khususnya di Indonesia.

Kata Kunci: Terorisme, Kriminologi, Teori Differential Association

Article Details

Section
Articles

References

DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan hasil
Alam A.S, Pengantar penelitian dan Kriminologi, Pustaka
pembahasan maka
dapat disimpulkan
Refleksi

Books,
penelitian ini bahwa Faktor orang

Makassar, 2010.
melakukan tindak pidana terorisme
ditinjau

dari

perspektif
Bambang Abimanyu, Teror Bom
Teori
di Indonesia, Jakarta,
Defferential Association diantaranya:
Grafindo, 2005. Faktor ideologi; Faktor ketidakpuasan
terhadap politik pemerintah;
Edwin H. Sutherland, Donald R.
Faktor
Cressey, dan David F.
ekonomi; Faktor kesenjangan sosial;
Luckenbill,

Prinsip-
Faktor sosial dan budaya; Faktor

Prinsip

Dasar
pemahaman dan penafsiran ajaran agama

Kriminologi, Prenada
yang tekstual; Faktor problem ideologi
Media Group, Jakarta,
agama; Faktor kecenderungan salafisme.
2018. Selain itu upaya penanggulangan tindak
pidana terorisme adalah
Erdianto Effendi, Hukum Pidana melalui dua Indonesia
Suatu upaya yaitu upaya internal yang terdiri
Pengantar,
Refika dari penegakan hukum, pembentukan
Aditama, Bandung, Badan
Nasional
Penanggulangan
2011. Terorisme (BNPT), sinergitas Goenawan Parmadi, Fantasi kelembagaan, penerapan deradikalisasi, Terorisme,
Mascom penerapan
kontra
radikalisasi,
Media, Semarang, membentuk gerakan milenial anti 2003. radikalisme, dan strategi pemerintah
lainnya. Sedangkan upaya Indriyanto Seno Adji, Terorisme eksternal dan HAM dalam yaitu suatu upaya atau bentuk kerjasama Terorisme,
Tragedi antar negara
terkait
program
Umat
Manusia, penanggulangan tindak pidana terorisme Jakarta, 2001. khususnya di Indonesia. Mahrus Ali, Dasar-Dasar Hukum
Pidana, Sinar Grafika,
2011, Jakarta Timur.
Muladi, Demokrasi Hak Asasi
Manusia dan
Reformasi Hukum di
Indonesia, Habibie
Center, Jakarta, 2002. Obsatar Sinaga, Terorisme kanan Indonesia dinamika
dan
penanggulangannya,
Elex Media
Komputindo, Jakarta,
2018.
P.A.F. Lamintang, Dasar-Dasar
Hukum Pidana
Indonesia, PT Citra
Aditya Bakti,
Bandung, 1997.
Rahman Syamsuddin dan Ismail Aris, Merajut Hukum Di Indonesia, Mitra
Wacana Media,
Jakarta, 2014.
Simandjuntak, B dan Chaidir Ali,
Cakrawala Baru
Kriminologi, Tarsito,
Bandung, 1980.
Soedjono Dirdjosisworo, Ruang
Lingkup Kriminologi,


Remaja Karya,
Bandung, 1984.
Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi
Penegakan Hukum,
PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta, 2010.
Tim Redaksi Nuansa Aulia, UUD
1945 Sebelum dan
Setelah Amandemen,
Nuansa Aulia,
Bandung, 2009.
Topo Santosa dan Eva Achjani
Zulfa, Kriminologi,
Raja Grafindo
Persada, Depok, 2017. Wibowo Ari, Hukum Pidana Terorisme Kebijakan
Formulatif Hukum
Pidana dalam
penanggulangan
Tindak Pidana
Terorisme di
Indonesia, Graha Ilmu,
Yogyakarta, 2012.
Yesmil Anwar dan Adang,
Kriminologi, PT
Reflika Aditama,
Bandung, 2010.
Zarisnov Arafat, Kriminologi
(Suatu pengantar teoritik), FBIS Publising
(FBIS UBP Karawang),
Karawang, 2018.