ANALISIS PENGGUNAAN OBAT GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG

Main Article Content

Dedy Friyanto
Siti Lestari

Abstract

ABSTRAK


Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluksnya HCL dari gaster ke esofagus, mengakibatkan gejala klinis dan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Angka pravalensi di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat yaitu sebanyak 25,18% pada tahun 2002, peningkatan ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan faktor risiko GERD seperti merokok dan minum kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analis kuantitatif untuk mengetahui angka kejadian, kerasionalan penggunaan obat dan faktor hubungan penyakit sedangkan kualitatif untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat dan karateristik pasien GERD dengan metode observasional. Hasil penelitian angka kejadian GERD di RSUD Karawang adalah 68 pasien, pada pasien perempuan lebih tinggi sebesar 51,5% (35 pasien) dan Kerasionalan terapi pada pasien GERD di RSUD Karawang menggunakan tiga literatur yaitu Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 dan Konsensus GERD di Indonesia edisi tahun 2013 diperoleh hasil rata-rata: tepat indikasi sebesar 80,4%, tepat obat sebesar 59,3%, tepat pasien sebesar 89,7% dan tepat dosis sebesar 64%. Pada analisis bivariat menggunakan analisis Kruskal Wallis nilai p sebesar 0,014 menunjukkan jenis kelamin adalah faktor resiko tanda dan gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).


 


Kata Kunci : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalensi, Rasionalitas terapi, Pasien Rawat Jalan.


 


ABSTRACT


Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition of HCL reflux from gastric to esophagus, resulting in clinical symptoms and complications that reduce a person's quality of life. The pravalence rate in Indonesia has increased from year to year by as much as 25.18% in 2002, this increase is due to lifestyle changes that can increase GERD risk factors such as smoking and drinking coffee. This study uses a quantitative analyst research design to determine the incidence, rational use of drugs and disease relationship factors while qualitative to describe the pattern of drug use and characteristics of GERD patients with observational methods. The results of the study of the incidence of GERD in RSUD Karawang were 68 patients, in female patients higher by 51.5% (35 patients) and rationality of therapy in GERD patients in RSUD Karawang using three literature namely Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 and GERD Consensus in the 2013 edition of Indonesia the average results were obtained: the exact indication was 80.4%, the exact drug was 59.3%, the exact patient was 89.7% and the exact dose was 64%. In the bivariate analysis using the Kruskal Wallis analysis the p value of 0.014 indicates gender is a risk factor for signs and symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).


 


Keywords : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalence, Rationality of therapy, Outpatients.

Article Details

Section
Articles