ISOLASI METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN KAWISTA ( Limonia Acidissima L. )

Dadan Ridwanuloh

Abstract


Abstrak
Tanaman Kawista telah banyak diketahui memiliki manfaat dalam pengobatan tradisional. Hampir semua bagian tanaman kawista seperti akar, kulit batang, daun, getah, dan buahnya telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit . Salah satu contoh pemanfaatan tanaman kawista dalam pengobatan yang menjadi kebiasaan masyarakat adalah mengkonsumsi buah kawista mentah untuk mengobati penyakit diare. Pada penelitian sebelumnya telah diketahui bahwa kandungan fitokimia terdiri dari senyawa alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid (Pandey et.al.2014). 1995). Dilakukan kembali penelitian isolasi metabolit sekunder dari daun kawista. Dari hasil analisis penapisan fitokimia dan kromatografi lempeng tipis (KLT) diketahui akstrak daun kawista mengandung senyawa metabolit sekunder golongan, fenolik, flavonoid, tannin, saponin dan terpenoid.

Kata Kunci : isolasi, daun kawista kawista

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Culter, S.J. dan Culter, H.G. (2000). Biologically active natural product pharmaceuticals. CRC Press: Raton. New York.

Davidenko, TI, OV. Oseyhchuk et al. (2004). Peroxidase Oxidation of Phenols. J. Biochemistry and Microbiology. 40(6): 542-546.

Dehpour, A.A., Ebrahimzadeh, M.A., Fazel, N.S., dan Mohammad, N.S., 2009, Antioxidant Activity of Methanol Extract of Ferula Assafoetida and Its Essential Oil Composition, Grasas Aceites, 60(4), 405-412.

Diah Pratimasari. (2009). Uji Aktivitas Penangkap Radikal Buah Carica Papaya L. Dengan Metode Dpph Dan Penetapan Kadar Fenolik Serta FlavonoidTotalnya. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Harborne, J. B., 1987, Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Bandung : Penerbit ITB.

Hariana, H.arief., Drs., 2000, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 3, Penebar Swadaya, Jakarta, 91.

Heyne, K. 1988, Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid 4, Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta, 1456-1459, dan 2273.

Hovenkanp, P.H. Pirrosia Mirbel In: de Winter. W. P.

& Arnoroso. V.B. (eds.)., 2003, Plant Resources of South — East Asia

No. 15 (2). Cryptogarns : Ferns aiid fern allies. Backhuys

Publishers, Leiden, the Neitherlands, Pj):170-174.

Kusuma, Fauzi R., Zaky, B.Muhamad., 2005, Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat, Agromedia Pustaka, Jakarta, 283.

Lestari, Widya. 2008, Beberapa Parameter Standar Dan Telaah Fitokimia Rhizoma Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore steen)), Unjani, Bandung, 5-7.

Markham. K.R., 1988, Cara Mengindentifikasi Flavonoid, terjemahan K. Radmawinata, Penerbit ITB, Bandung, 1-117.

Stahl, E., 1985, Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopi, terjemahan K. Radmawinata dan I. Soediso, penerbit ITB, Bandung, 1985, 3-18.

Tjokronegoro, Roekmi., Dr., 2000, Teknik Pemisahan Kimia, Jurusan Kimia Fakultas MIPA Unpad, Bandung, 206-207, 230-231, 227.

Thomas, A., Pomammal, N.R., 2005, PG and Research Department of Botany, Kongunadu Arts and Science College,Vol XXV (2), 57-61.

Vijayvargia, P., Vijayvargia., R., 2014, Biological and Phytochemical Screening of Plants, J. Pharm. Sci., 28(1), 191-195.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.