FENOMENA AKAD NIKAH VIA TELEPHON

Haerudin .

Abstract


Abstract Marriage is a matter that is expected by many people because of the many advantages and glory for anyone who does it, marriage is a common sunnatullah and applies to all of His creatures, both in humans, animals, and plants, but marriage by humans there is a Shari'a which regulates which there are conditions and harmony, along with the development of times and technology that is very rapid emerging phenomena that occur in the community namely marriage by telephone, this problem raises dissent among contemprer scholars, some say unlawful and some say marriage it's legal. The opinion that agrees on the marriage contract through the telephone follows the Imam Syafii's school of thought which argues that the one who performs the contract must be one Majlis, whereas according to the opinion that allows the marriage contract by telephone to follow the opinion of Imam Hanafi. Keywords: Marriage Contract, Via Telephone


Abstrak Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat diharapkan banyak orang dikarenakan banyak keuntungan dan kemuliaan bagi siapa saja yang melakukanya, pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua makhluk-Nya, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan, akan tetapi pernikahan yang dilakukan manusia itu ada syariat yang mengaturnya yang didalmnya terdapat syarat dan rukun, seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi yang sangat pesat muncullah fenomena yang terjadi dimasyarakat yaitu pernikahan melalui telepon, masalah ini menimbulkan perbedaan pendapat dikalangan ulama kontemprer, ada yang mengatakan tidak syah dan ada yang mengatakan pernikahan tersebut syah. Pendapat yang mengaggap akad nikah lewat telepon itu mengikuti mazhab imam syafii yang berpendapat bahwa yang melakukan akad itu haru satu majlis, sedangkan menurut pendapat yang memperboleh kan akad nikah lewat telepon itu mengikuti pandangan pendapat imam Hanafi Kata Kunci : Akad Nikah, Via Telepon

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka Abil Husain Muslim bin Hajjaj, Sahih Muslim Juz 1, Beirut, Dar al-Fikr, 2005. Abdul Wahhab Ibrahim Abu Sulaiman, Pengaruh Darurat dan Hajat dalam Hukum Islam, Cet.1, Semarang, Dina Utama Semarang, 2005. Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Cet1, Jakarta, Akademik Pressindo, 2010, Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemah Alhikmah, Bandung, C.V Penerbit Diponegoro, 2014. Fajrudin Ach, Fatwa Ushul Fiqh dan Kaidah Fiqhiyyah, Surabaya, IAIN Sunan Ampel Press, 2013. Hasbi as-Shidieqy, Dinamika dan Elastisitas Hukum Islam, cet-2, Jakarta, Tinta Mas,1982. Khuzari Ahmad, Nikah Sebagai Perikatan, Jakarta, Rajawali Press, 1995. Imam Muslim, Sahih Muslim, Juz 5, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, 1994. Rosidin, Fiqh Munakahat Praktis (Malang: UIN Maliki Press, 2013) Sudirman, Rahmat, Konstruksi Seksualitas Islam , CV. Adipura, yogyakart, 1999. Sahrani, Sohani, Fikih Munakahat , PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2010. Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan, Yogyakarta, Liberty, 1999. Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2009. Sadiani, Nikah Via Telephone, Cet 1, Inti Media dan STAIN Palangkaraya, Palangkaraya, 2008. Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, Jilid 6 , Bandung, Al Ma’arif, 1990.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.